Profile Hai Edu Indonesia : Kiprah 2 Tokoh Cetak Wirausahawan Melalui LK, LPK, PKBM, dan Inovasi Teaching Factory
PASURUAN — Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut angkatan kerja untuk tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan praktis (hard skill) yang nyata. Menjawab kebutuhan tersebut, Hai Edu Indonesia yang berpusat di Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, hadir sebagai ekosistem pendidikan non-formal yang komprehensif untuk mencetak wirausaha baru dan tenaga profesional.

Di balik kesuksesan lembaga ini, terdapat dedikasi kuat dari pasangan pendirinya, yakni Nurul Laili Tri Yuniarti, S.Pd ( Nurul LT Yuniart ) bersama Hadie Iswoyo Soemarno, S.Kom ( Hadie IS ). Keduanya menjadi motor penggerak berdirinya lembaga ini sejak akhir tahun 2001 dan resmi berizin pada tahun 2003.
Dari HAICOM Menuju Ekosistem Pendidikan Terpadu
Pada awal berdirinya, beliau berdua merintis lembaga ini dengan nama HAICOM, yang berfokus pada pelatihan komputer serta usaha bidang komputer lain seperti (Rental, Warnet, Toko, Service, dll). Namun, melihat tingginya dinamika kebutuhan masyarakat, mereka bertransformasi menjadi HAI EDU INDONESIA.
“Awalnya kami memang fokus pada IT melalui HAICOM, tapi kami melihat gelombang kebutuhan masyarakat yang jauh lebih luas. Mereka butuh keterampilan praktis yang bisa langsung dijadikan modal untuk membuka usaha mandiri, diantaranya sektor gaya hidup dan kecantikan, serta Rumpun keterampilan bidang lainnya seperti Teknoligi Informasi & Teknologi, Tata Boga, Tata Busana, dll, berdasar Itulah titik balik kami bertransformasi menjadi Hai Edu,” kenang Hadie IS.
Kini, HAI EDU tidak hanya bergerak sebagai Lembaga Kursus (LK) serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), tetapi juga memperluas pengabdiannya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melalui entitas PKBM, Hai Edu memfasilitasi program pendidikan kesetaraan (Kejar Paket) yang dipadukan dengan keterampilan vokasi. Warga yang putus sekolah tidak hanya mendapatkan ijazah kesetaraan, tetapi juga bekal keahlian untuk bekerja.
Penerapan Teaching Factory (TEFA) : Belajar Langsung di Dunia Nyata
Salah satu keunggulan utama dari Hai Edu Indonesia adalah kurikulum pembelajarannya yang tidak sekadar teori. Lembaga ini telah menerapkan model pembelajaran Teaching Factory (TEFA), khususnya pada program unggulan mereka di bidang Tata Kecantikan (Salon).
“Kami tidak ingin lulusan kami kaget atau canggung saat terjun ke dunia usaha sesungguhnya. Melalui sistem Teaching Factory, ruang kelas kami ubah menjadi operasional salon sungguhan. Peserta didik melayani pelanggan nyata dengan standar pelayanan (SOP) profesional. Prinsip kami, diajarkan sampai benar-benar bisa dan mentalnya siap,” tegas Nurul LT Yuniart.
Berkat pendekatan ini, siswa menguasai layanan secara komprehensif, mulai dari Hair Stylish, Make Up Artist (MUA), Skin Care, hingga Body SPA.



Legalitas & Fasilitas Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tingkat Nasional
Secara legalitas dan penjaminan mutu, Hai Edu Indonesia telah Terakreditasi atau Ber Penilaian Kinerja PKLKP, Memiliki Akta Notaris Lembaga dan Yayasan serta terdaftar resmi di tingkat Pemda, hingga tingkat Kementrian (Kemdikbud, Kemnaker, Kemenkumham). Lebih dari itu, lembaga ini dipercaya sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) serta telah berpengalaman menyelenggarakan Kompetensi bidang Hair Beauty, Skin Beauty, MUA, MUA Wedding Nasional & Tradisional, Body SPA, Barbershop, Content Creator, Bakery, dll



Sebagai TUK, Hai Edu berwenang menyelenggarakan ujian sertifikasi nasional bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) maupun Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini memudahkan peserta didik karena mereka bisa langsung diuji di tempat mereka belajar, dengan peralatan yang sudah familier, untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi Nasional yang diakui industri.
Rumpun Jurusan / Program Study
Sebagai Lembaga Kursus & Pelatihan HAI EDU memiliki beberapa rumpun / bidang study :
A. Kecantikan & Spa (School of Beauty), merupakan Jurusan yang paling diminati
– Tata Kecantikan Rambut : Pemangkasan (pria/wanita), pewarnaan (balayage, highlight), perm & smoothing, perawatan (creambath/hair spa), dll
– Tata Kecantikan Kulit (Estetika) : Facial treatment, penggunaan teknologi kecantikan dasar, perawatan anti-aging, dll
– Tata Rias (Makeup Artist) : Pengantin (Tradisional/Barat), Wisuda, Pesta, dan Fantasi/Karakter.
Spa Therapist : Pijat relaksasi, lulur, body mask, ratus, dll.



B. Teknologi & Bisnis (School of Digital) Warisan keahlian dari era HAICOM.
– Aplikasi Perkantoran : kumpulan perangkat lunak yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan otomatisasi tugas-tugas administratif di lingkungan kerja modern. Materi ini fokus pada penggunaan teknologi untuk mengolah data, dokumen, presentasi, serta pengintegrasian antaraplikasi, Microsoft Office Specialist (Word, Excel, PowerPoint) untuk staf administrasi, Administrasi digital, pengolahan data, dan manajemen dokumen modern (Pendokumentasion online cloude), Digital kasir untuk IKM, dll
– Desain Komunikasi Visual : mencakup perancangan pesan visual menggunakan teknologi untuk media layar dan interaktif. Fokus utamanya meliputi prinsip desain, branding, tipografi, teori warna, UI/UX, serta produksi multimedia (animasi/video) untuk kebutuhan pemasaran dan informasi, yang bertujuan menyampaikan pesan kreatif secara efektif.
– Digital Marketing : strategi pemasaran produk/jasa menggunakan media digital dan internet untuk menjangkau audiens secara terukur, interaktif, dan efisien. Komponen utamanya meliputi website, media sosial, search engine marketing (SEM/SEO), email marketing, dan content marketing. Fokus utamanya adalah berbasis data (data-driven) dan berpusat pada pelanggan (customer-centric)
– Konten Kreator : individu yang menciptakan materi edukatif atau hiburan—berupa video, foto, tulisan, atau audio—untuk audiens di platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Skill utama yang dibutuhkan meliputi riset, copywriting, videografi/fotografi, editing, dan pemahaman SEO. Prosesnya mencakup ideasi, produksi, hingga distribusi konten.
– E-commerce (electronic commerce) : aktivitas jual beli produk atau jasa melalui jaringan elektronik, terutama internet, tanpa batasan geografis dan waktu. Model ini mencakup B2B, B2C, C2C, dan C2B, menawarkan efisiensi biaya, jangkauan luas, serta kemudahan transaksi. Komponen utamanya meliputi platform online, sistem pembayaran digital, pemasaran, dan logistik



C. Pariwisata & Kreatif (School of Tourism & Art)
– Tata Boga (Culinary & Pastry) : Pembuatan roti/kue (bakery), tumpeng, masakan nusantara/oriental, dll
– Tata Busana (Fashion Design) : Menjahit dasar, pecah pola, pembuatan kebaya, dan garmen.
– Kriya & Seni : Membatik (Tulis/Jumputan), Merangkai Bunga (Florist), Hantaran Pernikahan.



Inovasi Kursus Menjangkau Pelosok Negeri
Kiprah kepemimpinan Nurul LT Yuniart dan inovasi pemasaran digital dari Hadie juga berhasil menarik minat peserta kursus hingga datang jauh jauh dari berbagai provinsi di Indonesia hingga mancanegara.
Bagi mereka yang terkendala jarak dan kesibukan, Hai Edu juga memiliki program “Kursus Online” dengan materi panduan dan video tutorial langkah demi langkah.
“Hadirnya PKBM dan program kursus online adalah upaya kami mendobrak batas ruang dan waktu. Siapapun, di manapun, dan dari latar belakang pendidikan apapun, berhak sukses dan mandiri secara ekonomi,” tutup Hadie IS optimis.
Keberadaan ekosistem pendidikan vokasi seperti Hai Edu Indonesia dinilai memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran. Ribuan alumninya kini telah sukses berkarier di industri kecantikan dan berhasil membuka lapangan pekerjaan baru di daerah asalnya masing-masing.














Tinggalkan Balasan